Waspada transaksi tanpa AJB

Apakah Anda pernah mendapat tawaran properti di bawah harga pasar atau? Namun biasanya properti itu belum mempunyai akta jual beli (AJB), izin menegakkan bangunan (IMB), sertifikat hak untuk bangunan (SHGB), dan lain-lain—lantaran si pemilik belum mengerjakan serah terima dengan pengembang dan menandatangani AJB di hadapan notaris.

Perlu Anda ketahui bahwa Akta Jual Beli ialah dokumen bukti atas terjadinya transaksi jual beli antara penjual untuk pembeli properti. Proses penciptaan dokumen AJB dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan mesti mempunyai sifat terang dan telah ditunaikan lunas.

Apakah properti yang demikian ini pantas dibeli? Dan bagaimana pula perlindungan hukum untuk di pembeli?

Transaksi tersebut sebetulnya sah-sah saja, sepanjang tidak ada bagian penipuan, pemalsuan, dan pemaksaan di dalamnya. Bisa saja, sebab terlalu sibuk atau menghemat pajak dan ongkos lain, dan  penjaja belum mengerjakan penandatanganan AJB atau akta jual beli.

Syaratnya, penjaja harus memindahnamakan seluruh dokumen pembeli, laksana surat pemesanan rumah (SPR), perjanjian pendahuluan, dan kuitansi pelunasan atas nama Anda sebagai pembeli. Dengan demikian, pada serahterima dari pengembang dan akad notaris, langsung atas nama Anda.Akan namun ada sejumlah hal yang mesti juga Anda diperhatikan.

  1. PPJB mesti sah

Pertama, pastikan bahwa PPJB (perjanjian pengikat jual-beli) yang dipunyai penjual benar dan sah, masih berlaku serta tercatat pada pengembang yang bersangkutan.

  • Cek isi PPJB secara teliti

Kedua, pastikan isi PPJB. Apakah penjaja telah mengisi semua kewajibannya pada developer. Di samping harga jual, seringkali juga terdapat ongkos pengalihan PPJB sebesar 5% dari harga jual kesatu yang dibayarkan untuk developer. Perlu ditegaskan, urusan ini dibebankan untuk siapa? Lantaran urusan ini memiliki bagian hukum dengan developer, lazimnya ongkos ini dibebankan untuk penjual.

  • Cek pembayaran

Ketiga, usahakan semua pembayaran dilaksanakan secara bersamaan pada penandatanganan AJB di hadapan PPAT, supaya menjamin ketenteraman uang yang dibayarkan.

Nah, untuk Anda yang ketika ini hendak membuat AJB inilah  beberapa tips membuat AJB :

Syarat Membuat AJB atau akta jual beli

Sebelum menciptakan AJB, diharuskan Anda mesti menyediakan sejumlah dokumen sebagai berikut:

Dokumen yang mesti disiapkan penjual

•      Fotokopi KTP

•      Fotokopi surat nikah (jika telah menikah)

•      Fotokopi Kartu Keluarga

•      Sertifikat tanah

•      PBB tahun terakhir

•      Fotokopi NPWP

Dokumen yang mesti disiapkan pembeli

•      Fotokopi Kartu Tanda Penduruk (KTP)

•      Fotokopi Kartu Keluarga (KK).

•      Fotokopi surat menikah (jika telah menikah)

•      Fotokopi NPWP

Proses Membuat AJB atau akta jual beli

Datang ke kantor Notaris/PPAT

Langkah awal yang mesti dilaksanakan untuk menciptakan AJB ialah datang ke kantor PPAT di distrik dimana tempat properti dibeli. Setelah datang Anda diharuskan untuk menyerahakan sekian banyak dokumen yang sudah dipersiapkan.

Memeriksa keaslian dari sertifikat

Setelah datang nanti pihak PPAT akan mengecek keabsahan dari sertifikat tanah dan PBB. Petugas membutuhkan waktu sejumlah hari guna memeriksa keaslian dari sertifikat tersebut, pengecekan tersebut pun untuk meyakinkan apakah properti yang dibeli tidak damlam hal sengketa atau dijaminkan.

Penandatangan AJB atau akta jual beli

Setelah melewati proses pemeriksaan sertifikat, langkah berikutnya ialah melakukan penandatanganan, proses penandatanganan AJB ini dilaksanakan di kantor PPAT yang dilaksanakan oleh penjaja dan pembeli serta dua orang saksi. Dengan ditandatanganinya AJB tersebut, maka secara sah Anda sudah mempunyai AJB.

You may also like...

Popular Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *